Khidmat dan Semarak Menyatu: Forkopimda Kompak Kawal Peresmian MBG di SMK 6 Bungo

BUNGO, INFORMASI1094 Dilihat

MANTAPnews – Bungo, 19 Mei 2026 – Suasana berbeda menyelimuti lingkungan Yayasan Nurul Ainul Yaqin, Kecamatan Bungo Dani, Selasa pagi. Bukan hanya karena ratusan siswa, tokoh masyarakat, dan undangan memadati SMK Negeri 6 Bungo, melainkan karena ada perpaduan langka antara nuansa khidmat dan kegembiraan yang hadir bersamaan. Itulah wajah peresmian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Talang Pantai—sebuah babak baru bagi peningkatan gizi pelajar di Bungo.

Saat iring-iringan Forkopimda tiba, suasana semakin terasa istimewa. Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., yang didampingi Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim, serta Camat Bungo Dani, langsung disambut antusiasme luar biasa. Kebersamaan para pemimpin daerah ini menjadi simbol nyata: MBG bukan sekadar program biasa, melainkan gerakan bersama.

Acara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggetarkan. Seluruh hadirin berdiri tegak, wajah-wajah serius penuh penghormatan. Setelah itu, sambutan bergantian dari Kepala SMKN 6 Bungo, pengurus yayasan, hingga Ketua Satgas MBG mengalir dengan pesan-pesan penuh haru dan optimisme.

Namun, puncak semangat justru meletup saat Bupati Dedy Putra naik ke podium. Dengan suara lantang namun penuh ketulusan, ia menegaskan, “MBG bukan sekadar makan siang gratis. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda Bungo yang sehat, cerdas, dan berkualitas.” Seketika, tepuk tangan bergemuruh dari seluruh sudut lapangan.

Kesempatan itu juga digunakan Kepala SMK 6 Bungo, M. Ghasim, S., untuk menyampaikan kabar menggembirakan. “Kegiatan hari ini adalah launching MBG untuk awal pembuka di wilayah Talang Pantai. Alhamdulillah, sebanyak 400 lebih peserta didik di SMK 6 ini sudah merasakan manfaatnya di hari ke-4. Dan ini yang pertama di Kecamatan Bungo Dani,” ujarnya bangga.

Puncak acara pun tiba. Bupati bersama Forkopimda secara simbolis menyerahkan paket makan bergizi kepada perwakilan siswa. Diiringi sorak sorai dan tepuk tangan meriah yang tak henti-henti, momen khidmat berubah menjadi pesta kecil kebersamaan. Sesi foto bersama, canda tawa, serta ramah tamah kemudian mengakhiri rangkaian acara yang berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan.

Masyarakat yang hadir tak bisa menyembunyikan haru dan bahagia mereka. Program ini, menurut para orang tua siswa, adalah jawaban atas mimpan panjang mereka: anak-anak Bungo tidak hanya kenyang, tapi juga mendapatkan gizi layak untuk masa depan yang lebih cerah. MBG telah dimulai, dan Bungo optimis melangkah. (**)

Komentar