MANTAPnews – BUNGO – Guna mengantisipasi peningkatan arus mudik dan perjalanan wisata, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bungo bersama Dishub serta Jasa Raharja menggelar operasi gabungan ramp check terhadap bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan pariwisata di Terminal Tipe A Muara Bungo, Senin (18/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut puncak arus libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) guna menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek administrasi dan teknis. Petugas memverifikasi keabsahan Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), sertifikat uji KIR, Kartu Pengawasan (KPS), serta dokumen pendukung operasional lainnya. Sementara dari sisi teknis, tim mengecek kondisi kritis kendaraan seperti sistem rem, kondisi dan tekanan ban, fungsi seluruh lampu (utama, sein, rem), alat keselamatan, hingga komponen pendukung seperti wiper.
“Ramp check ini adalah langkah preventif kami menyambut libur Nataru. Tidak ada toleransi untuk soal keselamatan penumpang. Mulai dari kondisi teknis hingga kelengkapan administrasi harus benar-benar laik jalan,” tegas Kasatlantas Polres Bungo, IPTU Ahmad Nur Azizy, yang memimpin langsung operasi tersebut. Ia menambahkan, tindakan tegas akan diberlakukan jika ditemukan armada yang tidak memenuhi standar.
Hasil pemeriksaan terhadap puluhan unit bus, terutama dari perusahaan RPM, menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi. Seluruh bus yang diperiksa dinyatakan laik jalan, baik secara administrasi maupun teknis. Kondisi ban, sistem penerangan, dan kelengkapan dokumen dinilai telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Menyikapi hal positif ini, Kepala Terminal Tipe A Muara Bungo, Charles, tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan berkelanjutan. “Kami apresiasi kepatuhan para operator. Namun, imbauan kami tetap sama: kepada pengemudi dan perusahaan, terus jaga kelengkapan dan keabsahan dokumen serta kondisi armada. Kepada masyarakat, jika menemukan kendaraan yang dirasa membahayakan, segera laporkan ke petugas di terminal,” pesannya.
Selain pemeriksaan, tim gabungan juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pengemudi dan awak bus mengenai pentingnya pre-departure check atau pemeriksaan pra-keberangkatan secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat membangun budaya keselamatan berlapis dan menekan potensi kecelakaan selama periode libur panjang Nataru.
Dengan langkah proaktif ini, diharapkan perjalanan masyarakat yang memanfaatkan transportasi bus selama libur Nataru dapat berlangsung dengan lancar, nyaman, dan yang terpenting, aman sampai tujuan.(**)








