MANTAPnews – Bungo- Dua warga Dusun Jumbak,Kabupaten Bungo, harus berhadapan dengan mencekamnya teror buaya dalam dua kejadian terpisah pada Senin pagi, 15 Desember 2025. Insiden yang terjadi beruntun dalam selang dua jam ini meninggalkan luka fisik dan trauma, menyisakan kekhawatiran mendalam di tengah komunitas yang hidup berdampingan dengan habitat reptil buas tersebut.
Kejadian Pertama (Pukul 06.00 WIB), M.Hamdi (40 tahun) sudah bersiap di danau saat fajar menyingsing. Tugasnya sederhana: mengecek jaring ikan dan mengamankan perahu dari air yang mulai meninggi. Namun, kedamaian pagi itu buyar oleh suara “kreek” ranting kayu yang patah. Saat ia menoleh, seekor buaya telah menyembul dari balik permukaan danau yang gelap, langsung menyergapnya. Refleksnya cepat: tangan kanannya menangkis keras kepala buaya itu. Namun, dalam kepanikan dan upaya menyelamatkan diri ke tebing, tubuhnya terhantam oleh sang predator. Hantaman di pinggang belakang sebelah kiri itu meninggalkan luka lebam dalam dan trauma psikologis yang dalam.
Kejadian Kedua (Pukul 08.00 WIB), Dua jam kemudian,nasib buruk nyaris sama menimpa M. Latif (60 tahun). Pria sepuh itu turun ke tepi danau hanya untuk memastikan perahunya aman. Tanpa peringatan, dari air yang tenang tiba-tiba muncul moncong panjang dan deretan gigi tajam. Buaya itu menerjang, menggigit lutut, lengan, dan pergelangan tangan kanannya. Latif terseret jatuh ke danau, tubuhnya ditarik oleh kekuatan yang luar biasa. Dalam pertaruhan nyawa, dengan sisa tenaga dan keberanian, ia berhasil melepaskan diri dari cengkeraman maut. Namun, konsekuensinya pahit: ujung jari manisnya putus dan jari kelingking kanannya sobek. Ia segera dilarikan ke Puskesmas Rantau Ikil untuk pertolongan darurat.
Berdasarkan lokasi dan karakteristik serangan,diduga kuat pelakunya adalah buaya muara (Crocodylus porosus) atau buaya siam (Crocodylus siamensis) yang habitat aslinya adalah aliran Sungai Jujuhan. Anomali cuaca dengan curah hujan tinggi diduga menjadi pemicu utama, menyebabkan banjir dan mendorong buaya-buaya ini memasuki wilayah permukiman dan aktivitas warga di sekitar danau. Fakta bahwa kedua korban datang sendirian tanpa pengawasan semakin memperbesar risiko dan tingkat bahaya serangan.
Kepolres Bungo AKPB Natalena Eko Cahyono. S.Kom,.M.Si Melalui Polsek setempat Mengatakan Insiden beruntun ini harus menjadi peringatan keras.
“Diperlukan tindakan cepat dan komprehensif dari pihak berwenang, serta Di himbau kepada masyarakat tentang peningkatan risiko dan larangan mendekati zona bahaya.” Imbaunya
Dengan curah hujan dan debit air yang semakin naik. Diharapkan Kepada Seluruh masyarakat yang berdekatan dengan aliran sungai agar waspada dan berhati-hati jika sedang berada di aliran sungai demi keselamatan dan mencegah terulangnya tragedi serupa di kemudian hari. (**)








