Lissa Batik, Karya Batik Khas Bungo Yang Mengangkat Nilai Budaya Dan Kreativitas

BUNGO, INFORMASI572 Dilihat

MANTAPnews – Bungo – Batik bukan sekadar kain bermotif, tetapi warisan budaya yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Di Kabupaten Bungo, tradisi membatik telah berkembang sejak masa Kesultanan Melayu dan terus hadir melalui berbagai motif khas yang terinspirasi dari kekayaan alam serta budaya lokal.

Salah satu motif yang dikenal adalah Bungo Dani, yang memiliki makna Damai, Aman, Nyaman, dan Indah sebagai harapan terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis. Selain itu, terdapat motif khas lain seperti Putrimalu, Pakis, Manggis, Daun Sirih pinang, hingga Rumah Adat.

Di tengah upaya pelestarian batik daerah, hadir sosok inspiratif Ny. Lia Syarif, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 7 Koramil 416-06/Muara Bungo Dim 0416/Bungo Tebo, yang merintis usaha batik rumahan bernama Lissa Batik.

Perjalanan usahanya dimulai pada tahun 2022 setelah mengikuti pelatihan membatik di desanya. Berawal dari hobi mengisi waktu luang, karya batiknya mulai mendapat perhatian hingga menerima pesanan pertama yang menjadi titik awal berkembangnya usaha tersebut.

Untuk meningkatkan kemampuan, Ny. Lia aktif mengikuti pelatihan dan bergabung dengan komunitas pengrajin batik Kabupaten Bungo. Ia juga beberapa kali menjadi narasumber pelatihan membatik di sekolah-sekolah sebagai upaya mengenalkan batik kepada generasi muda.

Produk Lissa Batik turut tampil dalam berbagai kegiatan promosi dan pameran UMKM, termasuk pada kunjungan KASAD, Pangdam, Danrem, bazar UMKM Kodim 0416/Bungo Tebo, serta peringatan HUT Kabupaten Bungo.

Perkembangan usaha Lissa Batik juga mendapat dukungan penuh dari Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Kodim 0416/Bungo Tebo, Ny. Nabila Yudi. Dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi Ny. Lia Syarif untuk terus berkarya dan berinovasi, sehingga usahanya semakin berkembang dan dikenal luas sebagai salah satu karya batik khas Kabupaten Bungo yang sarat nilai budaya dan kreativitas.

Di tengah aktivitasnya, Ny. Lia tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Melalui usahanya, ia berharap dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus memberdayakan perempuan di sekitarnya.

Kisah Ny. Lia Syarif menjadi bukti bahwa dari rumah sederhana seorang prajurit, lahir karya budaya yang turut menjaga dan memperkenalkan batik khas Bungo sebagai identitas serta kebanggaan daerah.(**)