MANTAPnews – JAMBI, (10 April 2026) – Sebuah pengakuan atas dedikasi tanpa henti di tengah keterbatasan akhirnya menjelma menjadi prestasi membanggakan. Nopriyanti, SP, seorang penyuluh pertanian muda yang bertugas di Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Jambi, baru saja mengukir sejarah. Dirinya terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Penyuluh Pertanian Berprestasi dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BB-PMP) Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

Penghargaan yang diserahkan secara khidmat di Gedung Bapeltan Provinsi Jambi pada Jumat (10/4/2026) ini tidak hanya berupa piagam, tetapi juga fasilitas pendukung berupa laptop dan printer—simbol modernisasi yang akan memperkuat kinerjanya di lapangan. Nopriyanti menjadi satu dari 35 penyuluh terbaik se-Provinsi Jambi, dan satu dari dua orang yang mewakili Kabupaten Bungo. Rekan sejawatnya, Dian Atatura Kusuma, S.TP, penanggung jawab Brigade Pangan (BP) Tanah Sepenggal Lintas, juga menerima apresiasi serupa.
Namun, yang membuat prestasi Nopriyanti begitu istimewa adalah tanggung jawab besarnya. Ia tidak hanya seorang penyuluh, tetapi juga penanggung jawab Brigade Pangan Karya Bersama untuk Kabupaten Bungo. Wilayah asuhnya mencakup empat kecamatan sekaligus: Tanah Sepenggal, Tanah Sepenggal Lintas, Tanah Tumbuh, dan Bathin III Ulu. Di tangan perempuan muda ini, optimalisasi lahan dan pendampingan brigade pangan menjadi gerakan nyata untuk mendukung program strategis swasembada pangan nasional.
Usai menerima penghargaan, Nopriyanti dengan rendah hati menyampaikan rasa syukurnya. “Langkah kecil kami di lapangan akhirnya berbuah manis. Terima kasih kami ucapkan kepada Kementerian Pertanian, Badan BPPSDMP, penanggung jawab BP Kabupaten Bungo, dan seluruh pendamping BP yang telah mendampingi Brigade Pangan Karya Bersama sejauh ini,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Dengan suara penuh keyakinan, ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah milik pribadi semata. “Sebagai wujud komitmen terhadap pertanian yang maju, mandiri, dan modern, penghargaan ini bukan milik kami saja. Inilah bukti sinergi, pendampingan, dan kerja bersama untuk ketahanan pangan Indonesia. Mari terus menanam harapan dan membangun pertanian yang lebih kuat,” tegas Nopriyanti.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini: Kepala Dinas TPHP Kabupaten Bungo, Bapak Muhammad Hasbi, Bapak Ishak, Penjabat Kabupaten Bungo Bapak Taufik, Koordinator BPP Bapak Marwazi, SP, rekan-rekan penyuluh se-Kecamatan Tanah Sepenggal, serta manajer dan seluruh anggota Brigade Pangan Karya Bersama. “Tanpa bantuan dan kerja keras mereka, optimalisasi lahan untuk mendukung swasembada pangan tidak akan berjalan sebaik ini,” pungkasnya.
Penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan titik bakar semangat baru. Di tengah tantangan modernisasi pertanian, sosok seperti Nopriyanti adalah garda terdepan yang membuktikan bahwa dedikasi, kolaborasi, dan kerja ikhlas mampu mengubah lahan kering harapan menjadi ladang prestasi yang membanggakan Indonesia.(**)









Komentar