Warga dan Polri Bersinergi Gelar Sweping Anti Narkoba di Tebing Tinggi Uleh, Usut Video Viral Penggunaan Sabu oleh Anak SD

BUNGO, INFORMASI1149 Dilihat

MANTAPnews –  BUNGO – Tindakan tegas dan gotong royong antara masyarakat Dusun Tebing Tinggi Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh, dengan aparat kepolisian dilakukan pada Selasa (2/12/2025). Kegiatan sweeping dan pendampingan ke sejumlah rumah yang diduga sebagai bandar narkoba ini dipicu oleh video viral di media sosial Facebook yang menunjukkan anak-anak Sekolah Dasar diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu. Video tersebut diunggah oleh akun Nova Daman.

Kapolsek Tanah Tumbuh, AKP Iqbal Harahap, bersama Kasat Narkoba Polres Bungo, IPTU Riko Saputra, SH., MH., memimpin langsung pendampingan terhadap aksi warga yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Aksi diawali saat Ketua BPD, perangkat dusun, dan warga mendatangi rumah seorang wanita berinisial KS, yang diduga sebagai pelaku penjualan sabu kepada anak-anak. Namun, rumah dalam keadaan kosong dan tidak ditemukan barang bukti.

Menyikapi hal tersebut, perangkat dusun menghubungi Kapolsek Tanah Tumbuh. AKP Iqbal Harahap beserta anggota segera bergerak untuk melakukan pendampingan guna mencegah tindakan main hakim sendiri dan memastikan proses berjalan sesuai hukum.

Pukul 10.30 WIB, Kapolsek tiba dan mendapati warga tengah mendatangi rumah wanita berinisial D. Meski tidak ditemukan sabu, D diamankan oleh personel Polsek untuk perlindungan dari amukan massa dan untuk dimintai keterangan.

Penyisiran berlanjut ke beberapa rumah lain dengan didampingi langsung oleh Kapolsek dan Kasat Narkoba yang tiba pukul 12.00 WIB. Beberapa temuan alat terkait narkoba berhasil didapatkan warga, meski pelaku umumnya tidak berada di tempat. Diantaranya:

· Di rumah SR: Ditemukan 2 buah bong (alat hisap sabu) di pekarangan.

· Di rumah E: Ditemukan alat plastik diduga bungkusan sabu dan timbangan digital.

· Di rumah Z: Ditemukan plastik pembungkus sabu, namun pelaku kabur.

Secara total, kegiatan yang berakhir pukul 13.50 WIB berhasil menyisir 10 rumah. Dari proses ini, masyarakat menyebutkan terdapat 8 orang perempuan dan 2 orang laki-laki yang diduga sebagai pengedar. Hanya satu orang, yaitu D, yang dibawa ke Polres Bungo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Situasi dinyatakan aman dan kondusif.

Usai sweeping, dilakukan pertemuan koordinasi di ruang Kapolsek Tanah Tumbuh. Dari pertemuan tersebut, muncul dua poin penting:

1. Permintaan Respons Cepat: Masyarakat meminta Polsek Tanah Tumbuh segera bertindak jika ada laporan peredaran narkoba di dusun mereka.

2. Klarifikasi Video Viral: Ditegaskan bahwa video viral anak SD menggunakan sabu merupakan kejadian lama yang direkam pada tahun 2024, atau sudah satu tahun yang lalu.

Kasat Narkoba Polres Bungo, IPTU Riko Saputra, SH., MH., menjelaskan bahwa aksi warga muncul akibat kekecewaan mendalam, terutama dari para ibu dan keluarga anak-anak yang muncul dalam video tersebut.

“Kegiatan sweeping ini didampingi oleh Kapolsek dan Sat Narkoba. Sat Resnarkoba Polres Bungo akan menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan perangkat desa,” tegas Riko.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan perangkat desa untuk bersinergi memberantas narkoba. “Masyarakat agar melaporkan ke Polsek, yang akan dilimpahkan ke Satresnarkoba. Perangkat desa juga kami minta mencatat nomor kontak tim kami untuk percepatan penanganan,” imbuhnya.

Sebagai langkah pencegahan, Sat Resnarkoba Polres Bungo berencana melakukan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Tanah Tumbuh dalam waktu dekat.(**)