Obat Penawar Kapolres Kembali Terbukti Mujarab, Berikut Kata AKBP Guntur Saputro. S.IK

BUNGO, INFORMASI580 Dilihat

MANTAPnews –  Menangkal isu hoax yang terlanjur bersarang dibenak warga soal vaksinasi Covid-19 memang sulit dibongkar. Tim penanganan Covid-19 memang diuji untuk bisa membujuk warga agar bisa divaksin.

Lagi-lagi kasus yang sama kembali ditemukan di Sekolah Dasar (SD)Negeri 81/II Bungo Timur Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo. Sebagian besar orang tua/wali menolak memberikan izin kepada anaknya divaksin.

Diakui Kepsek Silis, S.Pd, Gegara isu hoax, beberapa upaya yang sudah dilakukan, dimulai memberikan edukasi kepada siswa, menjalin kerja sama para orang tua, bahkan door to door kerumah orang tua. Namun, belum membuahkan hasil maksimal.

” Sudah berbagai upaya yang kita lakukan. Untuk siswa pada umumnya mau. Namun terkendala pada para orang tua yang keberatan memberikan restu, karena adanya berbagai isu hoax. Alhasil vaksin kedua di sekolah belum maksimal,” akui Silis.

Tapi, Silis mengakui kehadiran Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro, bersama dinas Pendidikan Kabupaten Bungo dan tim gugus Kecamatan, Selasa (15/3/2022) hasil vaksinasi anak 6-11 tahun di sekolahnya mendapat hasil yang sangat memuaskan.

” Cara pak Kapolres dengan obat penawarnya terbukti sangat mujarab, membuat anak tidak takut divaksin. Tidak hanya siswa, para orang tua yang sengaja kita undang mendampingi anak pun juga ikut vaksin,” ujar Kepsek mengacungkan kedua jempol jarinya, memuji Kapolres.

Terpisah, Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro mengakui kepala sekolah SD Negeri 81 ligat dan lincah sehingga menarik minat anak untuk divaksin.

” Alhamdulillah, untuk vaksinasi di SD Negeri 81 Bungo Timur vaksin 1 sudah 324 siswa,” ujar Kapolres.

Lanjut kata Kapolres, selain semangat kepala sekolah dan tenaga pendidik, keberhasilan ini juga tak lepas peran para perwira polres yang sengaja diterjunkan untuk meningkatkan target vaksinasi di Kabupaten Bungo, mengingat lonjakan vaksinasi sampai saat ini terus bertambah orang terpapar Covid-19. (S)