MANTAPnews – Jakarta – Keikutsertaan Lissa Batik dalam ajang Persit Bisa Vol. II yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta, memberikan pengalaman berharga bagi pengembangan usaha batik khas Kabupaten Bungo. Berbagai respon positif dari para pengunjung menjadi motivasi tersendiri untuk terus meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.
Selama kegiatan berlangsung, stan Lissa Batik berhasil menarik perhatian banyak pengunjung. Keunikan motif-motif khas batik Bungo yang ditampilkan menjadi daya tarik tersendiri di tengah beragam produk UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Motif-motif yang terinspirasi dari kekayaan flora dan budaya lokal Kabupaten Bungo dinilai memiliki karakter yang kuat dan berbeda. Tidak sedikit pengunjung yang mengapresiasi keindahan corak serta filosofi yang terkandung di balik setiap motif, sehingga menjadikan batik Bungo sebagai salah satu primadona dalam ajang tersebut.
Partisipasi dalam kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi Lissa Batik untuk memperluas jaringan sekaligus memperoleh berbagai pengalaman baru dalam dunia usaha kreatif. Interaksi dengan para pelaku UMKM lainnya menjadi sarana belajar dan bertukar ide untuk pengembangan produk ke depan.
Bagi pemilik Lissa Batik, Ny. Lia Syarif, keikutsertaan dalam ajang ini tidak hanya menjadi sarana promosi usaha, tetapi juga menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas setiap karya yang dihasilkan.
Ia berharap kehadiran Lissa Batik dalam ajang Persit Bisa Vol. II dapat semakin memperkenalkan batik khas Kabupaten Bungo kepada masyarakat luas sebagai salah satu warisan budaya daerah yang memiliki nilai seni tinggi.
Ke depan, melalui usaha yang dirintisnya tersebut, Ny. Lia juga berharap dapat membuka peluang bagi para ibu rumah tangga yang ingin belajar membatik serta mengembangkan usaha kreatif bersama. Dengan demikian, batik khas Bungo tidak hanya terus lestari, tetapi juga mampu menjadi kebanggaan daerah yang dikenal di tingkat nasional.








