Dari Hobi Jadi Prestasi: Kisah Ny. Lia Syarif Membawa “Lissa Batik” Melestarikan Budaya Bungo dan Mendorong Ekonomi Kreatif

BUNGO, INFORMASI573 Dilihat

MANTAPnews – Bungo – Perjalanan usaha Lissa Batik menjadi bukti bahwa sebuah hobi dapat berkembang menjadi usaha kreatif yang bernilai ekonomi sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah.

Usaha batik yang dirintis oleh Ny. Lia Syarif, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 7 Koramil 416-06/Muara Bungo Dim 0416/Bungo Tebo, bermula dari ketertarikannya terhadap seni membatik saat mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di desa tempat tinggalnya pada tahun 2022.

Ketertarikan tersebut mendorong Ny. Lia mengikuti pelatihan hingga selesai. Setelah itu, ia mulai mencoba membatik secara mandiri di rumah dengan peralatan sederhana. Awalnya, kegiatan tersebut hanya untuk menyalurkan minat dan mengisi waktu luang di sela aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga.

Namun seiring waktu, hasil karya batiknya mulai mendapat perhatian dari lingkungan sekitar. Pesanan pertama yang datang dari seorang guru menjadi titik awal berkembangnya usaha batik yang kemudian diberi nama “Lissa Batik.”

Sejak saat itu, Ny. Lia terus berupaya meningkatkan kualitas hasil karyanya dengan terus belajar, mengikuti pelatihan, serta mengembangkan kreativitas dalam menciptakan motif-motif khas daerah.

Dalam setiap karyanya, Lissa Batik menampilkan berbagai motif yang terinspirasi dari kekayaan budaya Kabupaten Bungo, seperti Bungo Dani, Putrimalu, Pakis, hingga motif Rumah Adat. Motif-motif tersebut menjadi ciri khas yang membedakan produk Lissa Batik dari batik daerah lainnya.

Melalui karya tersebut, Lissa Batik menunjukkan bahwa batik khas daerah memiliki kualitas dan nilai seni yang mampu bersaing serta diminati masyarakat luas.

Ny. Lia berharap, melalui usaha yang dirintisnya, batik khas Kabupaten Bungo dapat terus dikenal oleh generasi muda sekaligus menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk berkarya dan membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Kehadiran Lissa Batik menjadi bukti nyata bahwa dari ketekunan dan semangat belajar, lahir karya kreatif yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya daerah.(**)