MANTAPnews – Bungo – Guna memperkuat pilar keamanan dan ketertiban, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Bungo melaksanakan operasi penggeledahan atau razia secara menyeluruh di lingkungan ruang Tahanan Negara (Rutan). Kegiatan yang digelar pada Jumat tersebut tidak dilakukan sendirian, melainkan dengan melibatkan kekuatan TNI dan Polri dalam sebuah sinergi yang solid.
Kepala Lapas Kelas II B Bungo, Muhamad Kamely, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keamanan yang lebih maksimal dan menutup segala celah yang berpotensi dimanfaatkan untuk peredaran narkoba serta barang terlarang lainnya.
“Dalam penggeledahan ini, kami melibatkan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan berjalan lebih maksimal serta mencegah adanya celah peredaran narkoba maupun barang terlarang lainnya,” ujar Kamely.
Operasi yang melibatkan Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satopspatnal) Lapas, personel Kodim 0416/Bute, dan Polres Bungo ini berlangsung secara komprehensif. Razia menyasar seluruh area yang dinilai rawan, mulai dari blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), kamar tidur, hingga sudut-sudut lain yang berpotensi menjadi lokasi penyelundupan. Untuk memperkuat jangkauan, petugas pengamanan dari Lapas dan Rutan Palu juga turut serta dalam penyisiran.
Kamely menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar inspeksi rutin, melainkan sebuah langkah strategis sebagai bagian dari sistem deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban. Prinsip zero tolerance atau toleransi nol terhadap barang-barang terlarang ditegaskan kembali.
“Razia ini kami lakukan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku, dilakukan secara tegas namun tetap memegang teguh prinsip humanis,” tambahnya.
Meskipun dalam razia kali ini petugas tidak menemukan barang haram seperti narkotika, beberapa barang bukti lain berhasil diamankan. Barang-barang tersebut antara lain sejumlah obat-obatan, sendok, sikat gigi, dan beberapa barang lainnya yang diduga melanggar aturan.
“Hasil penggeledahan berupa barang sitaan langsung didata dan diamankan untuk selanjutnya dilakukan inventarisasi serta pemusnahan,” jelas Kamely.
Ia juga menyatakan bahwa operasi ini menjadi bagian penting dari evaluasi sistemik Lapas. Tujuannya tidak hanya untuk menegakkan disiplin internal, tetapi juga untuk memperkuat kepercayaan dan rasa aman masyarakat luas terhadap institusi Pemasyarakatan.
Dukungan penuh dari TNI dan Polri menjadi nilai tambah dalam operasi ini. PASI Intel Kodim 0416/Bute, Kapten Septa, yang hadir dalam razia tersebut, menegaskan bahwa keterlibatan TNI adalah wujud nyata sinergi dalam menjaga keamanan.
“Kami siap mendukung penuh upaya pemberantasan barang terlarang di Lapas dan Rutan, karena ini bukan hanya isu internal pemasyarakatan, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat luas,” tegas Kapten Septa.
Dengan ditutupnya celah-celah peredaran barang terlarang di dalam Lapas, diharapkan proses pembinaan terhadap Warga Binaan dapat berjalan lebih optimal, sehingga tujuan pemasyarakatan untuk mencetak individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat dapat tercapai.(***)








