Satgas PETI Bungo Tindak Tegas Aktivitas Penambangan Ilegal Di Sungai Buluh

BUNGO, INFORMASI187 Dilihat

MANTAPnews – BUNGO – Tim Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin (Satgas PETI) Kabupaten Bungo dalam memberantas praktik penambangan ilegal. Beberapa waktu setelah dibentuk, tim yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bungo, AKBP. Natalena Eko Cahyono. S.Kom. mulai bergerak melakukan operasi penyisiran di kawasan PETI Dusun Sungai Buluh, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Selasa (15/07/2025).

Operasi yang melibatkan gabungan unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol-PP, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tersebut berhasil menemukan puluhan rakit dompeng yang digunakan untuk penambangan emas ilegal. Tanpa kompromi, seluruh rakit beserta peralatan tambang langsung dibakar di tempat sebagai bentuk penindakan tegas.

 

Bukan hanya Sekedar Formalitas, Tapi Komitmen Nyata Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bungo, AKBP. Natalena Eko Cahyono, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar tindakan simbolis, melainkan bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas PETI hingga ke akar-akarnya.

“Kegiatan ini bukan formalitas belaka, tapi bagian dari upaya sistematis untuk mensterilkan Bungo dari aktivitas PETI. Kami akan terus bergerak secara berkesinambungan untuk memberikan efek jera, sehingga pelaku tidak berani mengulangi perbuatannya,” tegas Natalena.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh tindakan tim telah tercatat secara transparan melalui sistem aplikasi khusus. “Setiap operasi kami laporkan dan input ke dalam aplikasi monitoring. Mulai dari lokasi penindakan, kondisi kawasan, hingga penggunaan anggaran, semua terpantau dengan jelas,” ujarnya.

Kapolres Bungo Juga memaparkan bahwa dalam aplikasi tersebut, kawasan PETI diklasifikasikan berdasarkan tiga zona: merah, kuning, dan hijau.

“Zona merah berarti masih tinggi aktivitas PETI, kuning perlu waspada, sedangkan hijau bukan berarti aman sepenuhnya. Kawasan hijau tetap kami pantau ketat agar tidak ada lagi aktivitas ilegal yang muncul,” jelasnya.

Dalam operasi hari ini ada puluhan rakit dompeng baik yang masih memiliki mesin maupun yang sudah tidak terpakai dihanguskan. “Kami tidak memberi toleransi. Semua peralatan ilegal harus dimusnahkan,” tegas Natalena.

Ia juga menyatakan bahwa operasi tidak berhenti di Sungai Buluh. “Setelah tuntas di sini, kami akan bergerak ke lokasi lain yang terindikasi PETI. Kami sudah memetakan titik-titik rawan melalui pemantauan drone, jadi tidak ada yang bisa bersembunyi,” tandasnya.

Dengan langkah progresif ini, Satgas PETI Bungo berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kerusakan ekologis akibat penambangan liar, sekaligus memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat dan sumber daya alam setempat.  (Mntp)