64 Calon, 45.173 Suara, dan Satu Komitmen: Bungo Berdamai untuk Pemilihan Rio 2026

BUNGO, INFORMASI1177 Dilihat

MANTAPnews – Muara Bungo – Di ruangan yang sarat makna, yakni Ruang Pola Kantor Bupati Bungo, sebuah sejarah kecil namun penting ditorehkan. Pada Senin (15/6/2026), Pemerintah Kabupaten Bungo menggelar Deklarasi Damai Pemilihan Rio Serentak Tahun 2026. Bukan sekadar seremoni, kegiatan ini adalah ikrar kolektif bahwa demokrasi di tingkat dusun bisa berlangsung dengan kepala dingin dan hati hangat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bungo, Kapolres Bungo, Kasdim 0416/Bute, camat, kapolsek, danramil, calon Ketua BPD, panitia pemilihan Rio, serta para calon Rio dan Datin dari berbagai dusun. Mereka datang bukan sebagai lawan, tetapi sebagai saudara se-Bungo yang sama-sama menginginkan perubahan.

Dalam laporannya, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dusun (PMD) Kabupaten Bungo, Safrizal, SE, menegaskan bahwa pelaksanaan Pemilihan Rio Serentak Tahun 2026 tidaklah asal-asalan. Ia berpedoman pada regulasi kuat: mulai dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah diperbarui dengan UU Nomor 3 Tahun 2024, Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2020, Peraturan Daerah Kabupaten Bungo Nomor 12 Tahun 2018, hingga Keputusan Bupati Bungo yang mengatur penetapan dusun, jumlah TPS, dan jadwal pemilihan.

Menurut Safrizal, deklarasi ini adalah bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pemilihan yang demokratis, jujur, adil, aman, tertib, kondusif, dan bermartabat. Semua itu demi satu tujuan besar Kabupaten Bungo yang maju dan harmonis.

Safrizal kemudian memaparkan data yang membuat semua mata tertuju. Pemungutan suara akan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, melibatkan 13 kecamatan dan 28 dusun.

Indikator Jumlah

Calon Rio & Datin 64 orang

– Laki-laki 62 orang

– Perempuan 2 orang

DPT (Daftar Pemilih Tetap) 45.173 pemilih

TPS 75 titik

Namun di balik angka tersebut, ada cerita lain. Safrizal mengungkapkan bahwa Dusun Balai Jaya, Kecamatan Pelepat, hingga dua kali perpanjangan pendaftaran belum memenuhi jumlah calon minimal. Akibatnya, dusun tersebut tidak dapat mengikuti pemilihan tahun ini.

Sementara itu, lima dusun hanya memiliki calon tunggal, yakni:

· Maju Jaya

· Balai Jaya

· Rantau Ikil

· Lubuk Terban

· Muara Tebo Pandak

Menariknya, terdapat 10 calon petahana (incumbent) yang kembali maju dalam kontestasi kali ini.

Safrizal menambahkan momen paling sakral dalam deklarasi: penandatanganan pakta integritas oleh seluruh calon Rio dan Datin. Di dalamnya terkandung janji mulia untuk siap menang dan siap kalah, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menerima hasil pemilihan sesuai peraturan perundang-undangan.

Sambutan Bupati Bungo, H. Dedi Putra, SH, M.Kn, menjadi penutup yang membekas. Dengan tegas ia menyatakan bahwa seluruh tahapan pendaftaran dan seleksi administrasi calon Rio telah berjalan transparan. Ada sejumlah bakal calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, gugur, atau mengundurkan diri, namun semua sesuai ketentuan.

“Alhamdulillah seluruh tahapan sudah berjalan dengan baik dan kini telah ditetapkan sebanyak 64 calon Rio yang akan mengikuti Pemilihan Rio Serentak Tahun 2026,” ujar Dedi Putra dengan lega.

Namun, ia tidak berhenti di situ. Bupati mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik jangan sampai menimbulkan perpecahan.

“Jangan sampai masyarakat terkotak-kotak karena perbedaan pilihan. Mari kita jaga persatuan, keamanan, dan ketertiban di dusun masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat tetap hidup tenteram dan harmonis setelah pemilihan selesai,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pemilihan bukan semata tanggung jawab pemerintah, aparat, atau panitia. Semuanya bergantung pada komitmen para calon Rio dan tim pendukung.

“Kesuksesan pemilihan ini ada di tangan para calon dan seluruh pihak yang terlibat. Jika semua menjaga komitmen untuk menciptakan suasana damai dan kondusif, maka Pemilihan Rio Serentak Tahun 2026 akan berjalan aman, lancar, dan sukses,” pungkasnya.

Deklarasi Damai Pemilihan Rio Serentak Kabupaten Bungo Tahun 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang demokrasi yang beradab. Dengan 45.173 pemilih yang siap memberikan suara di 75 TPS, dan 64 calon yang telah berikrar jujur dan damai, Bungo menunjukkan bahwa demokrasi tingkat dusun bisa berlangsung dengan martabat.

Semoga damai ini bukan hanya di atas kertas, tetapi juga di setiap sudut dusun, di setiap hati masyarakat Bungo. (**)