MANTAPnews – Bungo – Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian yang kerap identik dengan penegakan hukum yang tegas, hadir seorang Bhabinkamtibmas dengan spesifikasi layaknya “malaikat”. Aipda Arjunif, S.I.P., tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat di wilayah Polsek Bathin II Babeko, Polres Bungo.
Baginya, pengabdian adalah tentang kehadiran yang membawa manfaat. Melalui jargon andalannya, “5P”, Aipda Arjunif membuktikan bahwa seorang Polri bisa menjadi petani, aktivis lingkungan, pendamping sosial, negosiator ulung, dan polisi pengayom sekaligus dalam satu sosok.
1. Prosperity (Kesejahteraan)
Melihat potensi besar di sektor pertanian, Aipda Arjunif turun tangan mendorong ketahanan pangan. Ia tidak hanya memberi saran, tetapi terjun langsung mengawal penggunaan bibit unggul, membangun akses pertanian, hingga memastikan hasil perkebunan benar-benar dinikmati masyarakat. Baginya, kesejahteraan adalah fondasi utama keamanan.
2. Planet (Lingkungan)
Kepeduliannya pada alam terlihat nyata. Ia menginisiasi perubahan lahan tidur menjadi kolam ikan dan embung penampung air, yang sekaligus berfungsi sebagai benteng pencegahan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan). Bukan hanya sebagai pengawas, Aipda Arjunif juga kerap menjadi garda terdepan memadamkan api, serta hadir di tengah musibah banjir dan kekeringan dengan membawa solusi.
3. People (Kemanusiaan)
Dengan hati yang tulus, ia mendampingi warga sakit hingga ke rumah sakit, membantu akses air bersih, dan menguruskan administrasi BPJS serta Jasa Raharja. Semangat gotong royong selalu ia kobarkan, mulai dari memperbaiki fasilitas umum hingga memastikan setiap warga mendapatkan haknya dalam pelayanan publik.
4. Partnership (Kemitraan)
Aipda Arjunif percaya bahwa kolaborasi adalah kunci. Ia menjadi jembatan antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Hasilnya, produktivitas warga meningkat dan berbagai program pemberdayaan berjalan beriringan dengan peningkatan keamanan.
5. Peace (Perdamaian)
Sengketa tanah dan persoalan sosial adalah makanan sehari-hari. Dengan pendekatan musyawarah dan mediasi, Aipda Arjunif menjelma menjadi problem solver andalan. Bahkan, ia mendorong pemasangan CCTV sebagai langkah modern untuk menjaga kondusivitas lingkungan.
Dengan lima nilai dalam satu pengabdian Prosperity, Planet, People, Partnership, and Peace – Aipda Arjunif, S.I.P. membuktikan bahwa tugas kepolisian bukanlah pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Ia hadir, melayani, memberi solusi, dan membawa manfaat.
Dari tangan dinginnya, terukir sebuah narasi bahwa “Malaikat” tidak selalu bersayap; terkadang ia datang berseragam cokelat, dengan dada berbalut semangat pengabdian untuk negeri. (**)








