Bungo Nyatakan Perang Total terhadap Geng Motor: Wabup dan Polres Satukan Langkah Tegas & Preventif

BUNGO, INFORMASI1342 Dilihat

MANTAPnews – BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengangkat senjata melawan aksi geng motor yang mulai meresahkan warga. Komitmen tegas ini diambil sebagai langkah darurat untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus menyelamatkan generasi muda dari jeratan kenakalan remaja yang berpotensi merusak masa depan.

Penegasan sikap tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, usai mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Gubernur Jambi dan Kapolda Jambi, Rabu (8/7/2026). Rapat yang turut dihadiri seluruh kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Provinsi Jambi itu menjadi momentum bagi Bungo untuk bergerak cepat merespons fenomena geng motor yang belakangan marak di sejumlah titik wilayah.

 

Didampingi Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom., M.H., Tri Wahyu menegaskan bahwa hasil rapat akan segera dilaporkan kepada Bupati Bungo untuk ditindaklanjuti tanpa penundaan. Ia menekankan bahwa arahan Kapolda akan dieksekusi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat secara terstruktur.

“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi geng motor di Bungo. Penanganannya harus serius dan melibatkan semua pihak, karena ini bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegas Tri Wahyu dengan nada berwibawa.

Ia menyoroti perlunya peran aktif seluruh komponen bangsa mulai dari TNI, Polri, insan pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, orang tua, hingga organisasi kepemudaan. Menurutnya, benteng terkuat untuk memutus rantai pergaulan hitam adalah sinergi kolektif yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

Senada dengan itu, Wakapolres Bungo, Kompol Aswindo, memastikan jajarannya telah menyiapkan strategi jitu dengan pendekatan dual track (dua jalur). Di satu sisi, polisi akan bertindak tegas dan terukur terhadap siapa pun yang terbukti melanggar hukum dan meresahkan masyarakat. Di sisi lain, upaya preventif masif akan digalakkan melalui edukasi, pembinaan, serta patroli rutin di titik-titik rawan.

“Kami akan bertindak humanis namun tetap profesional. Saya tegaskan, bagi siapa pun yang nekat mengganggu ketertiban, aparat penegak hukum akan berhadapan dengan mereka tanpa kompromi,” ujar Kompol Aswindo.

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kabupaten Bungo bersama Forkopimda berencana menggelar rapat koordinasi lanjutan dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut akan merumuskan kebijakan konkret, mulai dari pengawasan lingkungan, operasi cipta kondisi, hingga penyediaan wadah kreatif bagi remaja. Pemerintah optimistis bahwa dengan menyediakan ruang berekspresi yang positif—seperti kegiatan olahraga, seni, dan keterampilan—energi anak muda dapat tersalurkan pada hal-hal produktif sehingga tidak terjerumus ke dalam aktivitas geng motor.

“Kami ingin anak-anak muda Bungo memiliki tempat yang aman untuk berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan potensi. Jangan sampai masa depan mereka hancur hanya karena salah pergaulan. Namun perlu diingat, bagi yang tetap memilih jalan merusak, kami sudah siap dengan tindakan hukum,” pungkas Kompol Aswindo mewakili jajaran Forkopimda.

Dengan kesolidan seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan, Kabupaten Bungo bertekad menjadi wilayah yang steril dari aksi geng motor. Masyarakat juga diimbau untuk aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan bersama, karena keamanan adalah tanggung jawab kita semua. (**)