MANTAPnews – MUKO MUKO BATHIN VII – Air mata haru tak terbendung di sudut mata Bapak Maskur (70). Tangan keriputnya gemetar saat menyaksikan dinding rumahnya yang selama bertahun-tahun rapuh mulai diperbaiki personel TNI. Di usianya yang telah tujuh dekade, pria sederhana warga Desa Tanjung Agung ini akhirnya merasakan sentuhan kehadiran negara melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo, Rabu (15/07/2026).
Rumah panggung sederhana yang ia tempati bersama keluarga selama ini nyaris tak layak huni atap bocor, dinding lapuk, dan lantai yang mulai rapuh. Namun hari itu, semua mulai berubah. Para personel Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu mengangkat material, memasang kerangka baru, dan mengecat ulang rumah yang menjadi satu-satunya aset berharga bagi Maskur.

Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto, S.E., M.P.A., selaku Dansatgas TMMD Ke-129, menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH bukan sekadar proyek fisik, melainkan misi kemanusiaan.
“Kami tidak hanya membangun tembok, tetapi juga membangun harapan. Rumah ini adalah simbol bahwa TNI hadir untuk rakyat, di mana pun dan kapan pun. Kami ingin Bapak Maskur dan keluarganya tidur nyenyak tanpa was-was atap bocor atau dinding roboh,” ujarnya dengan nada penuh ketulusan.
Di balik semangat gotong royong yang menyatukan prajurit dan warga, ada cerita perjuangan panjang sang kakek. Maskur mengaku selama ini hanya bisa berpasrah, tak punya cukup biaya untuk memperbaiki rumah impiannya. Namun hari itu, ia tak kuasa menahan isak haru.
“Alhamdulillah… Saya tidak tahu harus berkata apa lagi. Dari dulu hanya berdoa, sekarang doa saya dijawab melalui bapak-bapak TNI. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” ucapnya terbata-bata, sambil mengusap air mata yang tak berhenti mengalir.
Ia pun berharap Program TMMD terus berlanjut, karena baginya program ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bukti nyata bahwa TNI dan rakyat adalah satu jiwa.
Di balik langit senja Bungo yang mulai kemerahan, rumah Bapak Maskur pun mulai berdiri kokoh bersama harapan baru yang turut dibangun di hati setiap orang yang menyaksikan. (**)








